Penjernihan Air Bersih

Standard

HASIL PENGAMATAN

KARYA ILMIAH MITHA DAN TEMAN TEMAN

SD PLUS WIDIATMIKA

Pengamatan Bersama SD Plus Widiatmika

Pengamatan Bersama SD Plus Widiatmika

Nama: Ni Wayan Mitha Rahayu Dharma

Kelas: IV A

Daftar isi

Bab I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang…………………………………

1.2 Rumusan Permasalahan……………………………..

1.3 Tujuan………………………….

1.4 Manfaat…………………………..

Bab II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian………………………..

2.2 Bakteri-bakteri air……………………….

2.3 penyakit-penyakit yang disebabkan air…………………………….

2.4 fungsi alat yang digunakan untuk penjernihan air………………………………

Bab III PROSEDUR KERJA

3.1 Waktu dan tempat………………….

3.2 bahan-bahan yang digunakan…………………..

Bab IV PEMBAHASAN

4.1 Penyebab sulitnya memperoleh air bersih ………………………

4.2 proses penjernihan air melalui teknologi sederhana………………………….

4.3 hasil pengamatan……………………..

Bab V SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan………………………….

5.2 Saran…………………………

Bab 1

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Kebutuhan akan air bersih di daerah pedesaan dan pinggiran kota untuk air minum, memasak , mencuci dan sebagiannya harus diperhatikan. Cara penjernihan air perlu diketahui karena semakin banyak sumber air yang tercemar limbah rumah tangga maupun limbah industri.
Cara penjernihan air baik secara alami maupun kimiawi akan diuraikan dalam bab ini. Cara-cara yang disajikan dapat digunakan di desa karena bahan dan alatnya mudah didapat. Bahan-bahannya anatara lain batu, pasir, kerikil, arang tempurung kelapa, arang sekam padi, tanah liat, ijuk, kaporit, kapur, tawas, biji kelor dan lain-lain
.

Alasan mengapa membuat alat seperti ini agar masyarakat bisa mengolah atau menjernihkan air kotor menjadi air bersih ketika masyarakat mengalami banjir karena adanya musim penghujan. Air bersih adalah kebutuhan pokok manusia yang paling utama. Oleh sebab itu, dibuatlah teknologi sederhana.

1.2  Rumusan Permasalahan

1.2.1 Mengapa masyarakat kesulitan untuk memperolrh air bersih ?

1.2.2 Mengapa bisa Terjadi banjir ?

1.2.3 Bagaimana hasil penjernihan air melalui teknologi sederhana ?

1.3 Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1.2.1 Untuk mengetahui penyebab sulitnya masyarakat memperoleh air

bersih.

1.2.2 Untuk mengetahui proses pengolahan air kotor menjadi air bersih

1.2.3 Untuk mengetahui hasil penjernihan air melalui teknologi sederhana

1.4  Manfaat

Manfaat dari penelitian ini adalah:

1.5.1 Dapat mengetahui penyebab sulitnya masyarakat memperoleh air bersih

1.5.2 Dapat mengetahui proses pengolahan air kotor menjadi air bersih

1.5.3 dapat mengetahui hasil penjernihan air bersih

Bab II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian

Penjernihan air adalah proses pengolahan air kotor menjadi air bersih dan sehat. Arti dari kata air berarti cairan yang tidak begitu kentaldan lengket. Arti dari penjernihan adalah pembersihan terhadap kuman yang ada diair

2.2 Bakteri-bakteri yang ada di dalam air

2.2.1 pengertian dari bakteri

tidak tampak.Bakteri berasal dari kata Bakterion (yunani = batang kecil). Di dalam klasifikasi, bakteri digolongkan dalam Divisio Schizomycetes. Bakteri adalah organisme bersel satu yang terlalu kecil untuk dapat dilihat kecuali dengan bantuan mikroskop. Mereka berukuran micron (1/1000 mm). Seperti juga makhluk hidup lain, bakteri membutuhkan makanan, air dan suhu yang sesuai untuk hidup dan berkembang biak. Bakteri merupakan makhluk hidup yang terdapat dimana-mana… dalam udara yang kita hirup, di tanah yang kita pijak dan tentu saja dalam tubuh kita. Bahkan sebenarnya, kita sepenuhnya hidup ditengah-tengah dunia bakteri yang

Berdasarka Bakteri ini telah ada jauh sebelum manusia ada, kurang lebih 3,5 milyar tahun yang lalu n penampakan morfologinya, bakteri dikelompokkan ke dalam bentuk ; batang(bacillus), koma (vibrio), Keragaman bakteri bisa dilihat dari berbagai sudut pandang seperti ; morfologi, fisiologi, dan genetik. Tiap-tiap habitat yang berbeda menberikan keragaman yang berbeda pula. Contoh habitat yang sering dihuni oleh bakteri adalah daun.per (spiral)

Niche ekologinya sangat luas hampir bisa diketemukan di lingkungan manapun termasuk ; air, tanah, aerob-anaerob, air mendidih, kawah gunung berapi, dasar laut, dan bahkan dalam tubuh kita

Bakteri ada juga yang baik

Mungkin kita mengira bahwa bakteri adalah kuman yang merusak makanan, mengakibatkan keracunan, atau yang membuat kita sakit. Akan tetapi, bakteri yang berbahaya, yang kita sebut patogen hanyalah satu sisi dari kehidupan bakteri ini. Banyak dari mereka yang tidak berbahaya, beberapa bermanfaat bahkan ada yang memegang peranan penting bagi kesehatan kita.

2.2.1 Macam-macam bakteri

mengenal 6 macam bakteri.

1. Staphylococcus aureus, yang menyebabkan keracunan makanan.

2. Atrich : bakteri tidak berflagel. contoh: Escherichia coli

3. Monotrich : mempunyai satu flagel salah satu ujungnya. contoh: Vibrio cholera

  1. Lopotrich : mempunyai lebih dari satu flagel pada salah satu ujungnya. contoh: Rhodospirillum rubrum
  2. Ampitrich : mempunyai satu atau lebih flagel pada kedua ujungnya. contoh: Pseudomonas aeruginosa
  3. Peritrich : mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. contoh: salmonella typhosa

2.3 penyakit- penyakit yang ada  di air

Vibrio cholerae
Bakteri ini menyebabkan penyakit cholera asiatica. Gejala penyakit yang ditimbulkan ini berupa nausea, muntah, diare, dan kejang perut. Keadaan ini dapat menyebabkan kejang kematian dalam beberapa jam sampai beberapa hari dari permulaan sakit. Cara penularan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri ini. Pengobatan dapat dilakukan dengan mengganti cairan dan elektrolit yang hilang, sedangkan pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan dan minuman serta perbaikan sanitasi lingkungan.

Vibrio El Tor
Sifat bakteri ini sama dengan Vibrio cholera.
Spirillium minus (Treponema sodoku)
Bakteri ini menyebabkan penyakit rat-bite-fever (demam karena gigitan tikus), dengan gejala berupa demam yang mendadak, sakit otot, ruam kemerahan pada kulit, sakit kepala, nausea, dan radang kelenjar getah bening regional. pencegahan dilakukan dengan peningkatan sanitasi lingkungan terutama kebersihan rumah sehingga tidak ada tikus.

Escherichia coli
Bakteri ini dapat menyebabkan terjadinya epidemic penyakit-penyakit saluran pencernaan makanan, seperti kolera, tipus, disentri, diare, dan penyakit cacing. bibit penyakit ini berasal dari feses manusia yang menderita penyakit-penyakit tersebut. indicator yang menunjukkan bahwa air rumah tangga sudah dikotori feses adalah dengan adanya E.coli dalam air tersebut, karena dalam feses manusia baik sakit maupun sehat terdapat bakteri ini.

bakteri E.coli

Klebsiella pneumonia
Bakteri ini sering menimbulkan pada tractus urinarius karena nosocomial infection, meningitis, dan pneumonia pada penderita diabetes mellitus atau pecandu alcohol. gejala pneumonia yang disebabkan oleh bakteri ini berupa gejala demam akut, malaise (lesu), dan batuk kering, kemudian batuknya menjadi produktif dan menghasilkan sputum berdarah dan purulent (nanah). bila penyakitnya berlanjut, akan terjadi abses, nekrosis jaringan paru, bronchiectasi dan vibrosis paru-paru. Pencegahan dilakukan dengan peningkatan derajat kesehatan dan daya tahan tubuh.

Proteus vulgaris
Penyakit yang ditimbulkan berupa infeksi tractus urinarius pada nosocomial infection. pencegahan nosocomial infection dilakukan dengan menggunakan kateter dalam keadaan steril.

Salmonella typhi
Penyakit yang ditimbulkan yaitu penyakit typhus abdominalis. gejalanya berupa demam dengan suhu tinggi (400C), seringkali meracau dan gelisah (delirium), lemah, apatis, anoreksia, dan sakit kepala, ada yang mengalami diare tetapi umumnya mengalami konstipasi. pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan dan minuman, peningkatan higien pribadi, perbaikan sumber air untuk keperluan rumah tangga, peningkatan sanitasi lingkungan khususnya perbaikan cara pembuanagn feses manusia serta pemberantasan tikus dan la Shigella

dysenteriae
Penyakit yang ditimbulkan yaitu disentri basiler dengan gejala yang biasanya dating mendadak berupa demam, sakit perut bagian bawah, diare, fesenya cair, bercampur lendir dan darah. Pada penyakit yang berat dapat disertai muntah, dehidrasi, kolaps, bahkan menyebabkan kematian. Penularan adalah lewat feses penderita. Pencegahan dilakukan dengan mencaga kebersihan makanan dan minuman, peningkatan sanitasi lingkungan dan hygen Haemophilus influenza
Bakteri ini menimbulkan penyakit tractus respiratorius, system saraf dan system skelet. Pencegahan dengan vaksinasi dan menghindari penularan.

Haemophilus influenza
Bakteri ini menimbulkan penyakit tractus respiratorius, system saraf dan system skelet. Pencegahan dengan vaksinasi dan menghindari penularan.

Haemophilus ducrey
Menimbulkan penyakit chancroid, menular lewat hubungan kelamin.

Staphylococcus aureus
Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi bernanah dan abses, infeksi pada folikel rambut dan kelenjar keringat, bisul, infeksi pada luka, meningitis, endokarditis, pneumonia, pyelonephritis, osteomyelitis. pencegahan dilakukan dengan meningkatkan daya tahan tubuh, hygene pribadi, dan sanitasi lingkungan.

Neisseria gonorrhoea
Gejala penyakitnya adalah kencing bernanah. pada wanita penderita yang kronis dapat menyebabkan tertutpnya saluran telur. Bayi yang dilahirkan oleh ibu penderita penyakit ini matanya menjadi bengkak, bernanah yang dan dapat menyebabkan kebutaan. Untuk mencegah neonatal gonorrhoea ophtalmia pada mata bayi yang baru lahir adalah dengan diteteskan larutan penicillin 10.000 unit dalam aqua atau larutan perak nitrat 1% atau erythromycin 0,5% atau tetracycline 1%.

Neisseria meningitides
Bakteri ini menyebabkan penyakit meningitis (radang selaput otak). bila daya tahan tubuh menurun, bakteri ini dapat menyebabkan pharyngitis bahkan pneumonia. Gejala meningitis awalnya mirip flu, demam tidak begitu tinggi, sakit kepala, tenggorokan kering, kaku kuduk, dan lesu.

Streptococcus pneumonia
Merupakan bakteri penyebab penyakit pneumonias, sinusitis, otitis media, mastoiditis, conjuctivis, meningitis, endocarditis. Sebenarnya merupakan flora normal oropharinx, tetapi dapat menjadi berbahaya pada manusia yang daya tahan tubuhnya menurun.

Corynebacterium diphtheriae
Menimbulkan penyakit dipteri pada anak-anak, dengan gejala demam yang tidak begitu tinggi dan tenggorokan kering, diikuti dengan pseudomemran yang pada akhirnya dapat menyebabkan aspiksia (tercekik) sehingga penderita dapat mengalami kematian. Pencegahan dalat dilakukan dengan vaksinasi DPT berulang mulai bayi hingga dewasa.

Bacillus anthracis
Merupakan bakteri penyebab penyakit antrax, yang biasanya menyerang hewan ternak. Namun pada perkembangannya penyakit tersebut dapat menular ke manusia melalui luka, inhalasi dan juga makanan.

2.4 Fungsi alat yang digunakan untuk menjernihkan air

Arang: Arang berfungsi untuk menyerap aroma kelor tersebut.

Ijuk: membunuh bakteri

Pasir: menyaring air kotor yang loslos

Kerikil: menahan debu dan tanah yang terdapat diair kotor, tetapi belum membunuh bakteri

Ember: penampungan dan penyaringan air

Tawas: menjernihkan air

Bab III

PROSEDUR KERJA

4.1 Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di SD Plus Widiatmika Jimbaran pada bulan Februari sampai Maret 2009 di bawah tiang bendera, dibantu oleh satpam yang bernama Pak Bambang dan Pak Ketut.

4.2 Bahan-bahan yang digunakan

4.2.1 Bahan: sabut kelapa, ijuk, arang, kerikil, pasir kasar, pasir

Halus, tawas, dan air kotor.

4.2.2   Alat  : ember kurang lebih dua liter

Bab IV

PEMBAHASAN

4.1 Penyebab sulitnya memperoleh air bersih

penyebab sulitnya masyarakat memperoleh air bersih karena ulah manusia. Contoh-contoh ulah manusia adalah membuang sampah sembarangan, menebang hutan, melakukan pembakaran hutan dan lain-lain. Maka dari itu jadilah banjir dari air hujan yang turun menuju selokan yang terhalang oleh sampah.

4.2 Proses penjernihan air melalui teknologi sederhana

Susunlah peralatan seperti gambar. Lalu, tuangkan air kotor kedalam ember 1, tambahkan tawas, aduk, dan diamkan Kurang lebih selama 15 menit. Dan lama kemudian, air itu menetes ke ember , 2, 3, dan 4.

Gambar alat

Keterangan:

Pada ember 1 terdapat air kotor dan tawas. Lalu, pada ember 2 terdapat keirkil besar, kerikil kecil, pasir kasar dan pasir halus. Kemudian, pada ember 3 terdapat sabut kelapa, arang, dan diatas arang ada sabut kelapa lagi. Ember 4 adalah ember yang menampung air saringan dari ember 1, 2, dan 3

4.3 Hasil Pengamatan

Hasil Pengamatan 1

Pada ember 1 terdapat air kotor. Lalu, setiap 1 tetes turun melalui selang. Guna ember 1 untuk membersihkan air kotor menjadi air bersih. Tetapi, belum membunuh bakteri yang ada di air bersih yang menetes menuju ember 2.  Kemudian, tetesan dari ember jatuh menuju ember 2. Pada ember 2 terdapat air bersih dari ember 1. Namun , setelah ember 2 menghasilkan tetesan air, air tampak terlihat sangat keruh ketika ember 2 meneteskan air menuju ke ember 3, karena sabut kelapa masih terdapat getahnya.

Hasil Pengamatan 2

Sekarang, sabut kelapa diganti dengan ijuk, karena . Kemudian, air yang menetes dari ember 1 menuju ke ember 2. Air yang dihasilkan di ember 1 bersih. Tetapi bakteri yang terdapat pada air bersih belum terbunuh. Guna ember 2, membunah bakteri pada air yang disaring oleh ember2. Lalu, air tersebut menetes sampai menuju ember 4. Terdapatlah air yang bersih dan sehat. Selanjutnya, air yang sehat dan tidak terdapat bakteri dicampur dengan kaporit agar bisa dikonsumsi oleh manusia.

Bab V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Berdasarkan pembahasan dibahas pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.

5.1.1 penyebab masyarakat kesulitan untuk memperoleh air bersih karena adanya

Banjir. Sebab terjadinya banjir karena masyarakat tidak terlalu disiplin dalam

Menjaga lingkungan. Contoh: membuang sampah diselokan secara

Sembarangan.

5.1.2 proses penjernihan air melalui teknologi sederhana sangat mudah. Teknologi

tersebut harus mudah dibuat, dan harganya murah.

5.2.3 hasil air yang didapat terlihat jernih dari percobaan sebelumnya.

Percobaan pertama air terlihat sangat keruh setelah air disaring dari

Ember 1 sampai 4

5.2 Saran

Adapun saran yang bisa disampaikan di karya ilmiah ini, yaitu hendaknya masyarakat peduli terhadap lingkungan supaya tidak terjadinya banjir. Oleh karena itu, kesulitan untuk memperoleh air bersih tidak pernah dialami. Apabila ada yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, maka penjernihan air dapat dilakukan melalui teknologi sederhana.

8 responses »

  1. Pingback: Ni Wayan Mitha Rahayu Darma Bersama SD Plus Widiatmika « Ni Wayan Mitha Rahayu Dharma

  2. tengkyu
    kita nyomot dikit buat referensi karya ilmiah kita yang kbetulan se-tema
    ngebantu banget
    semoga kita bisa menang d lmba krya ilmiahnya
    amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s